Agar ASI Segera Keluar Pascamelahirkan

  • 9 September 2019
  • 16 views
Agar ASI Segera Keluar Pascamelahirkan Agar ASI Segera Keluar Pascamelahirkan

Tidak setiap ibu yang baru melahirkan dapat mengeluarkan air susu dari payudaranya. Bahkan terkadang air susu ibu atau ASI itu baru dapat disalurkan ke bayinya pada hari kelima pascamelahirkan.

Padahal, ASI sangat penting bagi konsumsi awal bayi hingga enam bulan ke depan. Lalu bagaimana bila ASI belum juga keluar padahal bayi telah lahir? Tentu hal yang pertama ialah bersikap tenang dan tidak panik.

Seorang ibu perlu meyakini bahwa tubuhnya telah dirancang oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk dapat memproduksi susu. Oleh sebab itu, seorang ibu perlu mengenali teknik menyegerakan ASI keluar pascamelahirkan.

Metode yang paling ampuh sejauh ini ialah dengan inisiasi menyusu dini atau yang biasa dikenal ‘IMD’. Metode bermaksud membiarkan bayi mencari puting susu ibunya sendiri. Artinya, ibu tidak perlu menyodorkan langsung puting susunya ke mulut bayi lantaran si kecil pada dasarnya memiliki naluri kuat mencari puting susu ibunya.

Tentunya, sebelum IMD ada beberapa tahapan medis yang perlu dilalui bayi. Misalnya, setelah lahir, bayi dikeringkan seperlunya oleh petugas kesehatan tanpa menghilangkan vernix atau lapisan kulit putih yang menyelimuti tubuh si Kecil. Vernix akan membuat kulit si kecil lebih nyaman sekaligus melindunginya.

Setelah itu barulah bayi ditelungkupkan di dada atau perut Ibu dan dibiarkan untuk mencari sendiri puting susu Ibu. Ispan bayi akan memancing refleks pengeluaran ASI empat kali lebih cepat dibandingkan jika payudara dipompa. Karena isapan bayi adalah situmusl terbaik, maka pemberian kesepatan kepada bayi seluas-seluasnya untuk menyusu adalah hal yang sangat penting.

Setelah IMD, ibu dan bayi didekatkan dalam rawat gabung. Hal ini untuk menenangkan hati ibu dan memudahkan ibu merespon kebutuhan bayi.

Lagipula, menurut sejumlah riset, tak ada alasan memisahkan ibu dan bayinya yang baru lahir dalam keadaan sehat. Kontak fisik secara langsung antara bayi dan ibunya dapat membantu merangsang hormon yang terlibat dalam produksi ASI, yaitu oksitosin dan prolaktin.

Komunikasi bayi sesaat setelah dilahirkan terbilang halus, karena itu, sang ibu sebaiknya tidak diberikan jarak dengan bayinya agar tidak melewatkan jadwal menyusui. Semakin banyak kesempatan terlewatkan, semakin mengurangi rangsangan dari bayi untuk memproduksi ASI lebih bayak.

Seorang ibu juga dapat menstimulasi sendiri keluarnya ASI. Cara ini dapat dilakukan dengan menyentuh dan memutar secara halus putingnya sendiri. Tentunya, ia harus melakukan dengan hati-hati. Cara ini juga dapat merangsang rekleks oksitosin.

Cara lain yang dapat dilakukan ialah dengan menggunakan kompres hangat, mandi air hangat, masase punggung, dan mempraktikkan teknik relaksasi. Pompa payudara dengan tangan selama sepuluh sampai dua puluh menit setiap dua sampai tiga jam sampai bayi menyusu. Semuanya itu dapat membantu memperlancar keluarnya ASI. Semoga artikel sederhana ini dapat membantu.