Cara mempertahankan dan Meningkatkan Produksi ASI

  • 22 Agustus 2019
  • 229 views
Cara mempertahankan dan Meningkatkan Produksi ASI Cara mempertahankan dan Meningkatkan Produksi ASI

Apakah bayi Anda tidur tidak nyenyak selama lebih dari enam minggu? Jika jawabannya ‘iya’, si kecil dapat dipastikan tidak mendapatkan air susu ibu (ASI) yang cukup.

Padahal bayi seharusnya diberikan ASI sebanyak 10 sampai 12 kali dalam sehari. Di sisi lain, semakin sering sang ibu memberikan ASI, justru kian meningkatkan ketersediaan ASI dalam tubuhnya.

Jadi seorang ibu tak perlu khawatir memberikan ASI kapan pun bayinya meminta.

Namun bagaimana jika sang ibu mengalami penurunan ketersediaan ASI? Caranya ada banyak.

Di antaranya, seorang ibu harus rajin meminum air, setidaknya delapan gelas per hari. Cairan yang cukup dalam tubuh akan membantu mempertahankan ketersediaan  ASI dan demikian sebaliknya.

Selain itu, konsumsi makanan bergizi tinggi sangat membantu meningkatkan ASI.

Makanan bergizi yang mengandung vitamin dan mineral penting dipenuhi oleh ibu menyusui. Makanan itu seperti buah-buahan, sayuran hijau, daging, ayam, ikan, dan telur.

Seorang ibu juga dapat memijat payudaranya dengan lembut. Cara ini dapat dilakukan dengan bantuan baby oil sebelum dikompres dengan waslap hangat.

Kala ibu sedang berada jauh dari bayi dan merasa ada susu yang mengalir karena kebiasaan memerah ASI secara rutin, ia sebaiknya segera memerah ASI. Jika berada di ruang publik, carilah tempat yang nyaman untuk memerahnya.

Cara ini membantu hormon dalam tubuh tetap seimbang dan produksi ASI stabil atau meningkat.

Ketika menyusui, seorang ibu juga harus memperhatikan posisi mulut bayi, apakah mulut si kecil sudah menempel dengan benar atau tidak.

Posisi menyusu pada payudara yang salah dapat membuat produksi ASI menjadi sedikit. Oleh sebab itu, bayi yang sering menyusu belum tentu mendapatkan banyak ASI karena bisa saja posisi bayi salah saat menyusu.

Namun ketika mulut bayi menempel pada payudara dengan benar, bayi dapat mengisap semua bagian puting.

Ketika itu, bayi dapat menyusu dengan baik dan merangsang tubuh ibunya memproduksi ASI lebih banyak lagi. Dengan demikian, menyusui dengan teknik benar dapat membantu meningkatkan ASI.

Bagi ibu yang masih sering menggunakan dot, khususnya pada beberapa minggu pertama usia bayi, agar memilih meninggalkannya.

Bayi yang menyusu pada payudara ibu dan botol susu bergantian akan membuatnya bingung dan sulit untuk beradaptasi.

Memberikan ASI dengan kedua payudara secara bergantian lebih dianjurkan.

Jangan lupa juga waktu istirahat yang cukup apalagi ketika merasa sangat lelah. Bagi ibu yang baru memiliki bayi, kemungkinan besar akan kesulitan mengatur pola istirahat. Namun tetap saja pola istirahat yang teratur termasuk tidur cukup dapat membantu meningkatkan produksi ASI.

Oh iya, salah satu faktor menurunnya produksi ASI adalah stres. Oleh karena itu, hindari semua kecemasan dengan membiasakan menghibur diri dan menjauhi semua pikiran negatif. Latihan pernafasan selama memerah ASI sangat baik untuk membantu menghilangkan stres selain dapat meningkatkan produksi ASI.