Mengapa Ibu Hamil Harus Menghindari Asap Rokok?

  • 25 September 2019
  • 51 views
Mengapa Ibu Hamil Harus Menghindari Asap Rokok? Mengapa Ibu Hamil Harus Menghindari Asap Rokok?

Peringatan bahaya merokok bagi ibu hamil bukan ispan jempol. Asap rokok memang dapat berdampak negatif yang serius bagi wanita hamil dan bayi dalam kandungannya.

Asap tembakau mengandung zat berbahaya, termasuk nikotin, karbon monoksida, hidrogen sianida, tar, resin dan beberapa agen penyebab kanker. Ketika ibu hamil menghirup asap rokok, asap itu akan menembus plasenta, lalu masuk ke tubuh bayi dengan semua zat tambahan yang dikandungnya. Tentunya, zat itu dapat membahayakan janin.

Wanita hamil yang merokok juga ikut mengurangi pasokan oksigen jeninnya karena karbon monoksida pada asap rokok dalam aliran darah ibu. Selain itu, toksin dalam asap rokok mempersempit pembuluh darah.

Akibat lainnya, plasenta bakal rusak dan pertumbuhan bayi melambat. Bayi yang dilahirkan dari ibu perkok mempunyai berat badan lahir lebih rendah dari bayi lainnya. Ini akan melahirkan masalah baru lagi.

Jika wanita merokok selama kehamilan, zat yang ia hirup mengganggu penyerapan tubuh terhadap viamin B, C dan asam folat. Sedemikian, merokok mempunyai hubungan dengan kelainan kelahiran tertentu, terasuk suming langit-langit, kelainan jantung dan kelainan neural tube (tabung saraf), seperti spina bifida.

Sebenarnya, bahaya rokok bagi ibu hamil sudah dibuktikan sejumlah riset sejak dulu. Riset demi riset, termasuk penelitian terbaru hanya menguatkan temuan sebelumnya. Studi terbaru, misalnya, menyatakan, 22 persen dari kematian bayi mendadak (SUID) di Amerika Serikat dapat dikaitkan karena kebiasaan ibu merokok selama kehamilan.

Studi ini mengobservasi lebih dari 20 juta angka kelahiran hidup dan 19.000 kasus SUID. Menurut studi ini, merokok selama kehamilan, walau hanya sebatang, meningkatkan risiko SUID sampai dua kali lipat.

Bagi ibu yang merokok satu hingga 20 batang per hari, setiap tambahan rokok meningkatkan kemungkinan SUID sebesar 0,07 kali. SUID merupakan sindrom kematian mendadak, mati lemas secara tidak sengaja dan tercekik di tempat tidur, dan kematian bayi di bawah 1 tahun lainnya karena sebab yang tidak diketahui.

Oleh sebab itu, berhenti merokok merupakan cara terbaik menghindari bahaya merokok saat hamil. Belum ada cara yang lain. Bagi yang telah terbiasa merokok, ia dapat memanfaatkan terapi untuk menghentikan kebiasaan yang disebut dengan Nicotine Replacement Therapy (NRT).

Terapi tersebut dilakukan dengan beberapa pilihan, seperti permen karet nikotin, dikunyah perlahan-lahan selama 30 menit secara teratur. Kedua, Tablet isap. Tablet ini diisap di antara gusi dan di bagian dalam pipi selama 30 menit. Dan masih banyak lagi.

Meski demikian, sebelum menggunakan produk-produk tersebut ibu disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter kandungan. Selalu perhatikan dosis nikotin yang diserap tubuh apa pun metode terapi yang dilakukan.

Konten Terkait