Mengenali Makanan Bernutrisi bagi Ibu Hamil

  • 25 September 2019
  • 22 views
Mengenali Makanan Bernutrisi bagi Ibu Hamil Makanan yang Baik bagi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui

Ibu hamil memerlukan peningkatan asupan seiring dengan perubahan yang terjadi pada fisiknya. Perubahan itu seperti peningkatan aliran darah, bertambahnya berat janin, cairan amniotik dan plasanta yang menyebabkan penambahan berat badan.

Namun, peningkatan asupan yang dimaksud tentu bukan sembarang makanan. Asupan harus mengandung gizi yang seimbang, seperti kalsium, protein, zat besi, asam folat, karbohidrat, hingga vitamin e. Selain membantu fisik ibu hampil, asupan bernutrisi dapat berdampak positif bagi perkembangan dan pertumbuhan janin.

Kalsium

Asupan yang mengandung kalsium dibutuhkan bagi ibu hamil. Kebutuhan terjadi lantaran adanya peningkatan pergantian tulan (turn over), penurunan penyerapan kalsium dan retensi kalsium akibat perubahan hormonal pada ibu hamil.

Oleh sebab itu, setidaknya ibu hamil memerlukan 1.200 miligram kalsium per hari. Ini dapat diperoleh dari susu, keju, ikan teri, udang kering, kacang kedelai kering atau basah dan brokoli segar.

Protein

Adapun protein yang dibutuhkan sebanyak 85 gram-100 per hari pada lima bulan pertama kehamilan. Selanjutnya, ibu hami dapat mengkonsumsi protein secara normal selama sembilan belas minggu pertama kehamilan untuk mendukung pertumbuhan sel otak bayi.

Kebutuhan porein bisa dipenuhi dengan mengonsumsi tempe, tahu, susu, ikan, danging dan unggas. Mengonsumsi ikan sangat dianjurkan, terutama ikan laut karena mengaudng asam lemak omega 3 yang berperan untuk pertumbuhan dari perkembangan sel otak serta proses pengelihatan pada janin. Ikan juga mengandung asam amino esensial yang sangat baik bagi pertumuhan janin, disamping kandungan vitamin dan minalnya cukup tinggi.

Zat Besi

Asupan yang mengadung zat besi sangat diperlukan demi mendukung pembentukan sel darah merah yang akan semakin meningkat. Kebutuhan zat besi ini bisa dipenuhi dengan mengonsumsi daging merah, kuning telur, sayuran hijau, dan kacang-kacangan. Zat besi paling baik diserap bersamaan dengan makanan yang mengandung vitamin C, seperti air perasan jeruk.

Folat

Kebutuhan folat menempati urutan pertama daftar nutrisi yang perlu diberikan kepada janin. Folat diperlukan untuk mengurangi risiko bayi cacat lahir. Sumber folat bisa didapatkan dari makanan seperti sayuran hijau, ayam, ikan, kerang, kacang-kacangan, dan buah jeruk.

Karbohidrat

Karbohidrat yang disarankan untuk ibu hamil adalah yang mengandung zat tepung, misalnya nasi, pasta, dan roti. Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sebanyak 8 hingga 10 porsi setiap harinya. Karbohidrat akan diubah menjadi energi sebagai nutrisi ibu hamil dan pertumbuhan bayi di dalam kandungan.

Penelitian menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat saat hamil berisiko menyebabkan bayi terlahir cacat.

Tentunya nutrisi selain yang disebutkan di atas masih banyak lagi. Semua makanan bernutrisi itu penting bagi kesehatan ibu dan janin. Kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan dan gaya hidup yang kurang baik, membuat janin berisiko lebih tinggi mengalami gangguan, seperti berat badan lahir kurang, hambatan tumbuh kembang, hingga cacat bawaan lahir.