Menyusui Sambil Bekerja, Mengapa Tidak?

  • 16 September 2019
  • 35 views
Menyusui Sambil Bekerja, Mengapa Tidak? Menyusui Sambil Bekerja, Mengapa Tidak?

Seorang ibu yang baru menyusui tak perlu putus asa sebelum mencoba. Menyusui sembari bekerja bukan hal yang mustahil dan menakutkan seperti yang sebagian orang bayangkan. Asal, ibu menyusui mengetahui triknya.

Ambil contoh, seorang ibu yang sehari-hari bekerja untuk rumah tangganya. Di sisi lain, ia harus menyusui bayinya yang tercinta.

Keadaan seperti memang tampak penuh tantangan. Ini karena ibu rumah tangga boleh terbilang bekerja tanpa hari libur.

Meski demikian, ia mesti tetap fokus mempertahankan proses menyusui. Abaikan dulu bayangan yang tidak berdasar tapi sering menghantui pikiran.

Lalu bagaimana ia mempertahankan proses menyusui? Jawabannya, dengan mempersiapkan air susu ibu perah atau ASIP. Hal ini sangat bermanfaat ketika ibu memerlukan berjarak sejenak dengan sang bayi. Apalagi, ibu rumah tangga terkadang harus keluar rumah untuk urusan tertentu dan meninggalkan bayinya di rumah.

Sebagai ibu yang sehari-hari di rumah, tentunya tidak perlu pusing dengan target memerah ASI. Cukup seperluya. Perah jika payudara tarasa penuh dan berat.

Selain dapat memerah dengan tangan, ia juga dapat memerah dengan alat pompa yang telah dijual di pasaran. Mempersiapkan ASIP bukan saja membantunya tetap menyusui si kecil tapi juga membantu meningkatkan dan mempertahankan produksi ASI.

Namun, bagaimana jika ibu menyusui bekerja paruh waktu di luar rumah? Tips mempersiapkan ASIP seperti sebelumnya tetap berguna. Apalagi, dia tidak terikat dengan waktu kerja sehingga dapat mengatur jadwal menyusui dan memerah ASI.

Pada pekerjaan seperti ini, kejelian dalam mengatur waktu perlu ia miliki. Jika tidak, proses menyusui akan terhambat dan pekerjaan di luar rumah mungkin juga ikut berantakan.

Dalam mengatur ritme waktu, ia perlu memprioritaskan proses menyusui secara langsung. Bagaimanapun, menyusui bayi secara langsung lebih memiliki banyak manfaat dibandingkan pemeberian ASIP apalagi susu formula.

Jika seorang ibu tidak keberatan merekrut pengasuh, hal ini tentu ikut membantu. Bekerjasama dengan seorang pengasuh, dapat mendekatkan seorang ibu dengan bayinya walau ia sedang bekerja.

Hanya saja, ia harus memberikan bimbingan kepada pengasuh terkait, misalnya, pemberian ASIP yang benar kepada bayi. Tips dalam tipe pekerjaan ini dapat juga diterapkan pada ibu-ibu menyusui yang menjalan usaha bisnisnya atau wirausaha.

Sementara ibu menyusui yang bekerja purnawaktu di kantoran memiliki situasi berbeda lagi. Ibu seperti ini biasanya hidup di tengah kota metropolitan.

Pada pekerjaan tipe ini, seorang ibu perlu persiapan ekstra. Apalagi jika lingkungan tempat ia bekerja belum ramah pada ibu menyusui.

Jika tempat ia bekerja menerapkan amanat Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah, seorang perempuan pekerja tentu mendapatkan sejumlah hak. Mulai dari hak cuti pascamelahirkan, hak menyusui di kantor, hingga hak mendapatkan fasilitas yang mendukung untuk menyusui.

Jika mendapatkan hak cuti, ia sebaiknya mengambilnya dan mempergunakan sebaik-baiknya untuk memberikan ASI eksklusif seopotimal mungkin kepada bayinya. Sebelum cuti berakhir, ia harus mempersiapkan segalanya agar asupan ASI tetap dikonsumsi oleh bayinya walau ia telah mulai masuk kantor.

Konten Terkait