Pengaruh ASI pada Kesehatan Bayi

  • 16 September 2019
  • 56 views
Pengaruh ASI pada Kesehatan Bayi Pengaruh ASI pada Kesehatan Bayi

Air susu ibu tidak hanya mempengaruhi positif kecerdasan anak, tapi juga kesehatan tubuhnya. Kesimpulan ini telah diuji oleh sejumlah penelitian.

Dalam ASI, contohnya, terkandung kadar kolesterol yang sangat tinggi. Tingginya kolesterol dalam ASI sangat menguntungkan bayi karena sejak dini bayi sudah terbiasa mengelola kolesterol sehingga sistem pencernaan dan sistem peredaran darah bayi telah beradaptasi dengan asupan kolesterol.

Keuntungan kedua, dengan faktor pertumbuhan yang ada di dalam ASI, tubuh bayi dapat menyintesis enzim untuk memetabolisme lemak. Enzim ini juga berperan mengendalikan kadar kolesterol dalam darah sehingga dapat mencegah penebalan dinding pembuluh darah dan dapat mengurangi angka serangan jantung.

Hal ini berbeda dengan bayi yang mendapatkan susu buatan. Susu buatan mengandung kolesterol hanya sedikit atau tidak ada sama sekali sehingga tubuh nantinya tidak biasa menerima asupan kolesterol. Dengan tidak mendapatkan ASI berarti enzim pengendali lemak tidak disesntesis oleh tubuh.

Dalam tubuh bayi juga teridentifikasi 30 jenis imunoglobulin, di antaranya 18 jenis imunoglobulin berasal dari serum darah ibu dan 12 jenis hanya ditemukan dalam ASI. Imunoglobulin G, contohnya mampu memberi perlindungan terhadap penyakit campak, rubela, difteri, dan salmonela.

Imonoglobulin A disintesis oleh sel-sel alveoli dalam kelenjer payudara dan dilepaskan oleh limfosit ke dalam ASI. Imunoglobulin A kadarnya tinggi dalam ASI matur yang berfungsi menutup lumen mukosa usus bayi sehingga mencegah kuman atau virus melekat pada mukosa. Bersama makrofag dapat memfagositosis berbagai kuman dalam usus.

Dengan memperoleh berbagai imunoglubulin dari serum ibu maupun ASI, bayi mendapatkan perlindungan terhadap serangan kuman clostridium tetani, difteri, pneumonia, ecoli, salmonela, sigela, influenza, virus polio, rotavirus dan lain-lain. Oleh karena itu, bayi yang mendapatkan ASI eksklusif akan terhindar dari berbagai penyakit infeksi, penyakit sistem pencernaan, serta berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus.

Penelitian membuktikan bahwa bayi yang tidak mendapatkan ASI memiliki peluang 14,3 kali untuk meninggal karena serangan berabgai penyakit.

Bukan hanya berdampak pada bayi, ASI juga mempengaruhi kesehatan tubuh ibu menyusui. Dengan memberikan ASI eksklusif, hal ini dapat mengurangi risiko perdarahan setelah melahirkan dan juga menunda kembalinya kesuburan bunda.

Ibu menyusui juga akan mengalami penurunan tekanan darah dan kolesterol serum total, serta penurunan prevalensi diabetes melitus tipe 2. Dan yang mengagumkan, menyusui bisa mengurangi risiko terkena kanker payudara dan kanker ovarium.

Salah satu penyebab kanker payudara dipicu oleh hormon estogren dalam tubuh. Sementara saat ibu menyusui, hormon estrogen dalam tubuh memiliki tugas tersendiri. Sehingga, hormon estrogen tidak akan mengganggu tubuhnya, terutama bagian payudara, karena hormon tersebut punya kesibukan tersendiri.

Konten Terkait