Peran ASI dalam Perkembangan Kecerdasan Anak

  • 9 September 2019
  • 66 views
Peran ASI dalam Perkembangan Kecerdasan Anak Peran ASI dalam Perkembangan Kecerdasan Anak

 Kandungan air susu ibu atau ASI sangat menentukan proses perkembangan kecerdasan anak. Hasil riset Universitas Brown Amerika Serikat, misalnya, menyatakan anak yang diberi ASI memiliki tingkat perkembangan otak lebih tinggi daripada anak yang diberi susu formula.

ASI mengandung taurin dari gugus protein sebagai bahan pokok pertumbuhan sel otak dan lemak dengan rantai panjang, seperti omega-3, -6. Selain protein, ada juga DHA (decosahexaenoic acid) sebagai bahan kedua pembentuk sel saraf otak. Kedua nutrisi ini sangat sedikit kandungannya pada susu buatan.

Laktosa menghasilkan galaktosa sebagai sumber makanan pada pertumbuhan sel saraf otak. Sedemikian sehingga jaringan serabut saraf otak dapat berkembang optimal, bahkan dapat menggantikan kekurangan pertumbuhan selama masa dalam kandungan. Karena pada masa ini masih berlangsung hiperplasi kedua jaringan otak.

Menurut riset di atas, dampak ASI paling menonjol juga terlihat pada otak kanan. Pada sisi ini, kemampuan bahasa, fungsi emosional dan kesadaran akan mengalami perkembangan positif.

Pertumbuhan dan perkembangan yang optimal sejak masa janin sampai usia balita merupakan masa kritis yang tidak dapat diganti oleh kesempatan lain. Pada kurun waktu tersebut terjadi perkembangan dan pertumbuhan sel-sel otak yang cepat sekali dan akan menentukan kualitas otak pada masa dewasanya.

Kesimpulan lain dari riset menyimpulkan, bayi yang menyusu lebih daripada setahun memiliki perkembangan fungsi motorik lebih baik didibandingkan yang menyusu kurang daripada setahun. Ini menunjukkan, peran ASI begitu penting bagi kecerdasan motorik anak.

Sementara penelitian yang dilakukan Horwood dan kawan-kawannya menyimpulkan, ASI eksklusif memiliki dampak pada kecerdasan anak ketika usianya mencapai 7-8 tahun. Dampak positif ini terutama meningkatkan kecerdasan verbal dan kemampuan memahami serta memecahkan persoalan sehari-sehari.

Para peneliti ini mengatakan, anak yang diberikan ASI eksklusif lalu diteruskan hingga usia delapan bulan atau lebih, memiliki skor verbal IQ rata-rata 10,2 poin lebih tinggi, dan performance IQ rata-rata 6,2 poin lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak mendapatkan ASI.

Selain ditentukan oleh kondisi gizi, tingkat kecerdasan juga dipengaruhi oleh genetik (unsur pembawa sifat keterunan) dan pengaruh lingkungan. Namun faktor-faktor penentu inteligensia yang dapat diusahakan oleh manusia agar mendapatkan tingkat kecerdasan yang optimal adalah faktor gizi dan lingkungan.

Dengan memahami jenis dan susunan makanan atau gizi yang dapat mempengaruhi perkembangan sel otak, seorang ibu dapat melakukan intervensi dari luar terhadap kecerdasan seorang anak. Upaya dari luar ini dapat dilakukan dengan meningkatkan asupan kebutuhan zat pembentuk sel yang semuanya telah tersedia dalam ASI.