Peran Keluarga pada Ibu Menyusui

  • 9 September 2019
  • 15 views
Peran Keluarga pada Ibu Menyusui Peran Keluarga pada Ibu Menyusui

Boleh dikatakan, keluarga merupakan lingkaran terdekat bagi ibu menyusui. Betapa pun banyaknya waktu yang ia habiskan di tempat kerja bersama rekan-rekannya, seorang ibu secara emosional cenderung lebih dekat dengan keluarganya, khususnya suami.

Oleh karena itu, suami memiliki peran utama dalam keberhasilan ibu menyusui. Peran itu termasuk menciptakan susana kondusif di rumah sehingga ibu dapat menyusui bayinya tenang dan nyaman.

Dengan dukungan suami, seorang ibu dapat menempatkan pemberian ASI menjadi kegiatan prioritas di rumah. Dukungan ini sekaligus mendorong bayi tumbuh dengan sehat sebagaimana harapan suami juga.

Ketika mereka jalan-jalan ke pusat perbelanjaan, misalnya, suami harus sigap mencarikan tempat yang nyaman bagi isrinya ketika bayinya membutuhkan ASI. Oleh karena itu, suami juga perlu mengenal ciri-ciri kapan bayi membutuhkan ASI. Degan demikian, sang suami dapat bergantian bersama istrinya menjaga bayi termasuk menyusui dengan ASI perahan yang telah disediakan dalam botol.

Dalam hal ini, sang ibu dapat mengajari suaminya bagaimana menggunakan ASI perahan dengan baik. Membantu istri meberikan ASI akan meningkatkan hubungan emosional antara bayi dan ayahnya.

Peran lain suami juga ialah memberikan semangat kepada istrinya yang menyusui. Hal ini mengingat tantangan yang dihadapi ibu selama menyusui. Satu di antara tantangan itu ialah terkurasnya energi dan waktu sang ibu.

Selain suami, orang tua atau mertua juga memilihi peran yang tak kalah pentingnya. Sebagai orang yang berpengalaman mengarungi bahtera rumah tangga, nasihat dan bimbingan mereka dibutuhkan khususnya bagi ibu-ibu muda.

Di sisi lain, perbedaan pandangan antara anak dan orang tua atau mertua itu hal yang lumrah. Namun sebisa mungkin untuk menghindari konflik yang berakibat pada terciptanya suasana yang tidak kondusif bagi ibu menyusui. Oleh sebab itu, sikap saling pengertian termasuk kebijaksanaan orang tua dan mertua sangat diharapkan hadir di keluarga.

Dalam lingkaran terdekat ibu menyusui juga biasanya ada asisten rumah tangga atau pengasuh. Sebagian asisten rumah tangga memang bukan keluarga namun mereka umumnya hidup seatam sehari-sehari bersama keluarga si bayi. Sebagian lagi, mereka masih memiliki hubungan darah dengan keluarga ibu menyusui.

Peran asisten rumah tangga penting lantaran bayi seringkali dititipkan kepada mereka. Apalagi ibu dan ayah bayi menghabiskan waktunya lebih banyak di luar rumah daripada dalam rumah.

Oleh karena itu, ibu-ibu juga perlu mengajari mereka bagaimana menyajikan dan memberikan ASI perah kepada si kecil. Jika masih belum yakin seratus persen dengan tugas mereka memberikan ASI perah di rumah, ibu-ibu dapat memasang CCTV sebagai alat bantu pengawasan. Tapi bagaimanapu, peran ibu menyusui sejatinya tidak dapat disetarakan dengan pemberian ASI perah dari asisten rumah tangga.

Konten Terkait